Navicula sp. (disingkat dari Navicula species) adalah genus diatom yang terdiri dari sejumlah spesies mikroorganisme uniseluler yang hidup di perairan tawar dan air laut. Diatom adalah kelompok alga uniseluler yang memiliki dinding sel yang kaya akan silika dan memiliki bentuk seperti kotak atau perahu.
Berikut adalah beberapa informasi umum tentang Navicula sp.:
1. Bentuk dan struktur: Navicula sp. memiliki bentuk yang khas, yaitu silinder atau perahu dengan ujung yang runcing. Diatom ini memiliki dinding sel yang terdiri dari dua bagian yang saling melapisi, yang disebut frustule. Frustule Navicula sp. terdiri dari silika dan memiliki pola lubang dan garis-garis yang khas.
2. Distribusi dan habitat: Navicula sp. ditemukan di berbagai habitat perairan, baik tawar maupun air laut. Mereka dapat ditemukan di perairan dangkal, perairan yang mengalir, dan juga di laut, termasuk di perairan benua es.
3. Peran dalam ekosistem: Navicula sp. adalah salah satu jenis diatom yang berperan penting dalam rantai makanan perairan. Mereka berperan sebagai produsen primer, melakukan fotosintesis dan mengubah energi matahari menjadi bahan organik. Navicula sp. juga menjadi sumber makanan bagi organisme planktonik lainnya, termasuk hewan-hewan zooplankton.
4. Keanekaragaman spesies: Genus Navicula memiliki banyak spesies yang berbeda, dengan variasi dalam ukuran, bentuk, dan pola frustule. Masing-masing spesies dapat memiliki peran ekologis yang berbeda dalam ekosistem perairan.
5. Indikator lingkungan: Diatom seperti Navicula sp. juga digunakan sebagai indikator lingkungan dalam studi ekologi perairan. Komposisi dan kelimpahan spesies diatom dapat memberikan petunjuk tentang kondisi perairan, termasuk tingkat keasaman, kejernihan air, polusi, dan faktor lingkungan lainnya.
Navicula sp. adalah contoh penting dari keragaman hayati dalam dunia mikroorganisme perairan. Studi lebih lanjut tentang genus ini membantu memahami peran dan interaksi mereka dalam ekosistem air dan memberikan wawasan tentang kualitas lingkungan perairan.
Chlorella vulgaris adalah salah satu spesies mikroalga hijau dari genus Chlorella. Ini adalah salah satu spesies Chlorella yang paling umum dan banyak dipelajari. Chlorella vulgaris memiliki beberapa karakteristik khas yang membedakannya dari spesies Chlorella lainnya. Berikut adalah beberapa informasi tentang Chlorella vulgaris:
1. Bentuk dan struktur: Chlorella vulgaris memiliki sel tunggal yang berbentuk bulat dengan diameter sekitar 2-10 mikrometer. Setiap sel memiliki dinding selulosa yang kuat.
2. Kandungan nutrisi: Chlorella vulgaris kaya akan nutrisi. Ini mengandung sejumlah besar protein, serat, vitamin, mineral, asam lemak omega-3, dan antioksidan. Kandungan protein dalam Chlorella vulgaris bisa mencapai 45-50% berat keringnya.
3. Klorofil: Chlorella vulgaris mengandung klorofil, pigmen hijau yang diperlukan untuk proses fotosintesis. Kandungan klorofil dalam Chlorella vulgaris memberikan warna hijau yang khas.
4. Potensi detoksifikasi: Seperti spesies Chlorella lainnya, Chlorella vulgaris diketahui memiliki kemampuan untuk mengikat logam berat dan bahan kimia berbahaya dalam tubuh manusia. Hal ini menjadikannya populer dalam program detoksifikasi.
5. Pertumbuhan cepat: Chlorella vulgaris memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi, dengan kemampuan untuk membelah diri secara cepat. Ini membuatnya menjadi spesies yang ideal untuk budidaya dalam skala industri.
6. Penggunaan dalam makanan dan suplemen: Chlorella vulgaris sering digunakan sebagai suplemen makanan karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Ini dapat diambil dalam bentuk tablet, kapsul, bubuk, atau ekstrak cair.
Studi tentang Chlorella vulgaris juga telah mengungkapkan berbagai potensi manfaat kesehatan, termasuk dukungan sistem kekebalan tubuh, kesehatan jantung, detoksifikasi, dan antioksidan. Namun, lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini dan memahami dosis yang tepat serta efek samping yang mungkin terkait dengan penggunaan Chlorella vulgaris. Jika Anda berencana untuk menggunakan Chlorella vulgaris sebagai suplemen, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan terlebih dahulu.
Phytoplankton adalah organisme mikroskopis fotosintetik yang hidup di perairan, terutama di lautan dan danau. Mereka merupakan kelompok utama dari plankton, yang merupakan organisme yang melayang-layang secara pasif di dalam air. Phytoplankton adalah produsen utama dalam rantai makanan laut karena mereka mampu mengubah energi matahari menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis.
Phytoplankton terdiri dari berbagai jenis mikroorganisme, termasuk alga uniseluler seperti diatom, dinoflagellata, dan cyanobacteria. Mereka memiliki kemampuan untuk mengambil nutrien seperti nitrogen, fosfor, dan karbon dioksida dari air, dan menggunakan energi matahari untuk menghasilkan makanan dan oksigen.
Peranan phytoplankton dalam ekosistem laut sangat penting. Mereka menjadi sumber makanan bagi hewan-hewan planktonik seperti zooplankton, yang kemudian menjadi makanan bagi organisme yang lebih besar seperti ikan, burung laut, dan mamalia laut. Selain itu, phytoplankton juga berperan dalam siklus karbon global dengan menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan mengubahnya menjadi bahan organik. Proses ini membantu mengurangi konsentrasi karbon dioksida di atmosfer dan berperan dalam mengatur iklim Bumi.
Selain manfaatnya dalam rantai makanan dan siklus karbon, pertumbuhan phytoplankton juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti suhu air, keberadaan nutrien, kepadatan cahaya, dan komposisi kimia air laut. Perubahan dalam faktor-faktor ini dapat mempengaruhi komposisi dan kelimpahan phytoplankton, dan oleh karena itu memiliki dampak pada keseluruhan ekosistem laut.
Didalam green water ( air hijau) pada kolam gurame saya melihat begitu banyak sekali jenis-jenis mikroalga yang hidup di dalamnya.
Green water di dalamnya banyak kehidupan mikro organisme bukan hanya satu sel tapi beragam sel hidup didalam satu media ,ada kelompok alga Chlorophyta, Cyanobacteria,Alga Diatom dan termasuk zooplankton dan protozoa.
Baik kita menyelam lebih dalam tentang Green water(air hijau) lebih dalam lagi. Alga adalah tumbuhan yang hidup dan alga dibedakan menjadi beberapa macam jenisnya. Apa itu mikroalga ?, Mikro = kecil, Alga = sekelompok organisme yang memiliki klorofil untuk berfotosintesis dan tidak memiliki akar, batang, dan daun
Mikroskopis,Bersel satu atau bersel banyak (soliter atau koloni) Sering disebut Fitoplankton (Phytoplankton)
Tidak memiliki akar, batang dan daun Umumnya akuatik dan hidup bebas dan simbiotik.
Didalam green water seperti mikroflora bermacam-macam mikroorganisme yang hidup didalamnya termasuk alga cyanobacteria (sel bakteri) Alga dapat dikategorikan ke dalam tujuh jenis utama, masing-masing dengan ukuran, fungsi, dan warna yang berbeda. Divisi yang berbeda meliputi:
Klasifikasi Cyanophyta: Blue green alga (alga hijau biru) merupakan alga yang paling sederhana.Dalam beberapa hal,strukturnya mirip dengan sel bakteri sehingga sementara ahli ada yang menggunakan istilah bakteri hijau biru (Alga Cyanobacteria) organisme tersebut memiliki klorofil a sebagai organ fotosintesis yang berbeda dengan klorofil pada bakteri fotosintesis. Selain itu, Alga Cyanobacteria tersebut juga melepaskan O2 sebagai hasil fotosintesis yang tidak dijumpai pada bakteri.Alasan inilah yang menempatkan organisme tersebut dalam kelompok tersendiri,yaitu Cyanophyta.
Habitat hidup perairan (terutama perairan tawar) dan tempat-tempat lembab. Mampu hidup pada perairan dengan suhu sampai 85 derajat C (sumber air panas) sehingga alga Cyanobacteria ini merupakan salah satu vegetasi perintis Alga Cyanobacteria uniseluler: Chroococcus : hidup di air/kolam yang tenang Gloeocapsa : hidup pada batu atau epifit pada tumbuhan lain
Uniselluler/koloni dan dengan spora Berbentuk benang Dapat membentuk hormogonium yang motil. Contoh: Chamaesiphon confervicolus,Mempunyai percabangan semu Dapat membentuk hormogonim Contoh: Nostoc, Anabaena, Oscillatoria, Rivularia
Ada sebagian alga Cyanobacteria yang dapat menyuburkan tanah karena mampu memfiksasi N2 dari udara,misalnya Nostoc dan Gloeocapsa. Anebaena bersimbiosis dengan tanaman paku air Azolla yang hidup terapung di air.Daun Azolla mengandung nitrat hasil fisasi N2 oleh Anabaena. Kandungan nitrogen yang banyak di dalam tanah adalah sutu pertanda kesuburan tanah itu Itu beberapa jenis alga Cyanobacteria mulai dikembangkan untuk sumber makanan yang bernilai gizi tinggi,misalnya Spirulina maxima yang dimanfaatkan untuk sumber protein disebut Protein Sel Tunggal. Dalam kehidupan alga Cyanobacteria dengan memproduksi dan melepaskan oksigen (sebagai produk sampingan dari fotosintesis) Alga Cyanobacteria yang dapat merugikan: Alga cyanobacteria menghasilkan berbagai racun yang dikenal sebagai cyanotoxins yang merugikan karena menyebabkan kematian organisme di dalam air maupun yang meminumnya air beracun ini bagi manusia dan hewan termasuk zooplankton-ikan bisa terjadi kematian. Contohnya jenis alga, Microcystis aurugynosa, Anabaenaflosaquae, dan Aphanizomenom sp.
Klasifikasi Chlorophyta: Berdasarkan bentuk dan dapat tidaknya bergerak, Chlorophyta digolongkan menjadi beberapa genus, jenis ini sering disebutkan mikro alga. Alga hijau bersel satu tidak bergerak: contohnya:Chlorococcum sp. Ciri-cirinya: Tubuh bersel satu, tempat hidup air tawar, bentuk bulat telur,setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk.Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual)
Alga hijau bersel satu ini sering di sebut sel murni dapat bergerak:contohnya: Chlamydomonas sp,chlorella sp, H.pluvialis.sp
Ciri-cirinya: Bentuk sel bulat telur memiliki 2 flagel sebagai alat gerak terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloroplas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) terdapat pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.
Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi
Alga hijau berbentuk koloni dapat bergerak:contohnya: : Volvox Ciri-cirinya: Volvox ditemukan di air tawar Koloni berbentuk bola jumlah antara 500 - 5000 buah Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet
Jenis alga ini sering di sebut makro alga berbentuk benang (filamen):
Contoh: Oedogonium sp Ciri-cirinya: Ganggang ini berbentuk benang ditemukan di air tawar dan melekat di dasar perairan Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang berflagela banyak. Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid). Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut Oogonium. Oogonium akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid membuahi ovum dan terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh membentuk individu.
Alga hijau berbentuk thalus:
Contoh: Ulva lactuca
Ciri-cirinya:
Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar perairan
bentuk seperti lembaran daun. sering disebut dengan selada air dan dapat dimakan
Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora
Spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid,Ulva haploid disebut gametofit haploid.
Manfaat Alga Chlorophyta : Untuk jenis alga Fitoplankton di manfaatkan sebagai makanan untuk zooplankton dan semua jenis invertebrata. Alga ini juga di olah menjadi bahan makanan,suplemen,vitamin, es krim,kosmetik, farmasi,pupuk cair,cat, biodiesel berbasis alga dan masih banyak lagi alga dimanfaatkan dari jenis alga air tawar maupun jenis alga air laut yang bisa di manfaatkan tergantung tujuannya. Pada kesimpulannya didalam green water begitu beragamnya jenis sel alga yang hidup di dalamnya begitu juga alga jenis air laut juga beragam jenisnya dan manfaatnya.
Dalam pemahaman kultur sel murni skala laboratorium adalah Organisme uniselulerbersel satu (satu jenis dan satu bentuk) tidak boleh ada jenis lain selain jenis sel itu yang kita kultur (dibudidayakan), jika ada didalamnya jenis selain sel yang kita kembangbiakan termasuk bukan sel murni lagi sudah terkontaminasidengan jenis sel bentuk lain, Termasuk anggota jenis alga cyanobacteria dalam pemahaman kultur sel murni.
Porphyridium cruentum merupakan sumber pakan penting dari kandungan nutrisi yang berbeda: omega-3 asam lemak, omega6; asam amino esensial (leucine, isoleucine, valine) dan karotenoid. Ideal sebagai sumber makanan bagi semua jenis zooplankton, coral, larva udang, kerang.
Porphyridium juga bisa untuk memacu warna lebih hidup termasuk kulit ikan,coral dll karena Porphyridium juga memiliki kandungan beta-karoten dan astaxantin.
Kami Sedia Pakan Alami Plankton (Phytoplankton Dan Zooplankton. Untuk pakan Larva Ikan,Coral,Benur Udang,Kerang Dan Untuk Penelitian Dll.
Hewan-hewan ini disebut kutu air karena penampilan fisik dan gerakannya menyerupai kutu darat. Nama umum ini juga berlaku untuk 620 spesies berbeda. Keunikan Chydorus sp ukuran mulutnya lebih panjang seperti belalai gajah pendek, Chydorus masih saudara dekat dengan jenis Eubosmina lebih panjang dan runcing. Zooplankton Chydorus ukuran betina berkisar dari 0,4 hingga 0,6 mm, sedangkan jantan berkisar antara 0,4 hingga 0,5 mm. Chydorus sp umumnya hidup sedikit lebih dari 20 hari dan regenerasi. Namun, ketika makanan langka, mereka dapat hidup hanya sampai 10 hari. Perilaku Chydorus terutama didorong oleh kehadiran makanan. Kepadatan populasi mereka meningkat pada tingkat yang lebih cepat ketika lebih banyak makanan tersedia, dan mereka cenderung berkumpul di daerah-daerah di mana makanan dan cahaya berlimpah. Chydorus sp terutama menyaring pengumpan (Filter-feeding). Mereka memakan protozoa, diatom, dan alge lain dengan ukuran mulai dari 10 hingga 15 μm. Mereka memangsa Cyclotella , Microcystis , dan Chlorella.
Kami budidaya bibit murni chlorella/mikroalga tidak asal budidaya kami mengunakan teknik sistem bioreactor yang murah dan efisien. dan pupuk F/2 kami mengunakan standard lab dengan komposisi yg terukur untuk memacu pertumbuhan chlorella kami. selama kultur chlorella kami jaga kemurniannya dari terkontaminasi dari bakteri dan jenis2 sel lain nya.
kami tidak mengunakan sama sekali bahan EM4,TETES TEBU,KOTORAN HEWAN dll karena itu Bakteri bukan budidaya chlorella/mikroalga yang murni kami menjaga kemurnian mikroalga kami dari itu .
Kami menyediakan pakan alami untuk sistem kultur bentuk plankton hidup (live plankton) kami juga akan pandu cara kultur chlorella yang benar dan kami berikan tutorialnya setelah pemesanan.Sedia Bibit Mikroalga Phytoplankton:
-------------------------------
Nannochloropsis oculata
Chlorella vulgaris
Chlorella pyrenoidosa
Haematococcus pluvialis
Botryococcus braunii
Spirulina platensis
Dunaliella salina
Porphyridium cruentum (alga merah)
Chaetoceros (alga emas diatome)
Navicula (alga emas diatome)
Zooplankton:
--------------------
Rotifera Brachionus
Copepoda Oithona
Artemia Salina
Daphnia magna
Diaphanosoma
Amphipoda
Contact person:
WA:085728100069
FB :UGOPLANKTONSHOP:
https://www.facebook.com/ugoplanktonShop/
Ugoplanktonshop sekarang menawarkan Nutrisi Formula Pupuk F/2 Walne,Guillard,Zarrouk nutrisi kusus untuk pertumbuhan mikroalga (phytoplankton) ,Pupuk yang kita gunakan sesuwai standar lab dengan dosi-dosi yang terukurpada skala laboratorium terbuat dari bahan kimia Pro Analis (PA) dengan dosis pemakaian macam-macam biasanya tergantung dari jenis medium yang digunakan disesuaikan dengan jenis phytoplankton yang akan dikultur secara murni.
Phytoplankton adalah salah satu sumber makanan hidup terbaik untuk Zooplankton contohnya Rotifera,Copepoda, Amphipod,Artemia dan semua jenis Zoopalankton,dan larva ikan,Benur udang,Kerang,Coral, Tanaman air dan Invertebrata yang ada hidup didalamnya semua membutukan nutrisi phytoplankton untuk sumber pakan dan energynya.
Dengan nutrisi formula Pupuk F/2 dari kami, Anda akan bisa mengkultur semua jenis mikroalga Anda sendiri.
Chlorella sp. merupakan alga hijau yang selnya berbentuk bulat, hidup soliter, berukuran 2-8 µm. Chlorella dapat dijumpai di perairan tawar, payau, dan laut.
Chlorella mengandung gizi yang cukup tinggi yaitu protein 42,2 %, lemak kasar 15,3 %, nitogen dalam bentuk ekstrak, kadar air 5,7 % dan serat 0,4 %. Chlorella juga menghasilkan suatu antibiotik yang disebut Chlorellin yang dapat melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
Chlorella merupakan salah satu jenis Phytoplankton yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya digunakan sebagai makanan rotifera,copepoda dan daphnia atau sebagai media budidaya larva ikan.
Alga atau ganggang merupakan protista yang bertalus memiliki pigmen dan klorofil. Tubuhnya terdiri atas satu sel (uniseluler) dan ada pula yang banyak sel (multiseluler). Yang Uniseluler umumnya sebagai Fitoplankton sedang yang multiseluler dapat hidup sebagai Nekton, Bentos atau. Habitat alga adalah air atau di tempat basah, sebagai Epifit atau sebagai Endofit.
Klasifikasi alga didasarkan pada morfologi sel-sel reproduksin, pigmen dalam plastida dari sel vegetatif, dan macam ,makanan cadangan .Semua alga mengandung klorofil tetapi ada pigmen lain yang ,menyusun yang terkandung dalam plastida.
Jenis-jenis Alga
Pada tahun 1983, ada dua orang peneliti yang mengklasifikasikan alga dalam tiga kelompok besar yaitu, Alga Hijau, Alga Coklat dan Alga Merah. Berikut penjelasan mengenai ketiga golongan alga tersebut.
Alga Hijau
Golongan alga ini memiliki 4 jenis pigmen yang terdiri dari klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil. Alga jenis ini mempunyai kemampuan melakukan fotosintesis.
Habitatnya banyak ditemukan hidup di air tawar. Sekitar 10% populasinya juga dijumpai hidup di laut. Kehidupan jenis alga ini banyak ditemukan pada batu dan tanah. Ia juga berbetuk planton maupun bentos ketika dijumpai pada permukaan tanah yang tergenang air.
Alga hijau merupakan jenis alga yang paling mudah didapat karena memang jumlahnya paling banyak diantara jenis alga lainnya. Cara reproduksinnya adalah dengan melakukan konyugasi serta fragmentasi. Ada beberapa jenis alga hijau yang dapat kita ketahui, yaitu:
Chlorella: merupakan jenis alga hijau yang hanya memilki satu sel. Habitatnya di air tawar maupun air laut. Chlorella juga dapat dijumpai di tumbuhan payau di darat. Tubuhnya berbentuk bulat dengan kloroplasnya yang menyerupai lonceng atau mangkuk. Reproduksinya ditandai dengan pembiakan secara vegetatif melalui pembelahan sel yang kemudian membentuk 4 sel anakan pada setiap pembelahannya. Sebagai jenis alga yang paling banyak ditemukan, chlorella juga dipercaya merupakan salah satu jenis makanan alternatif bagi manusia, berupa makanan baru karena kaya akan protein, lemak dan karbohidrat.
Ulva:merupakan jenis alga hijau berbetuk seperti lembaran, dapat dimakan langsung serta dapat dijumpai pada dasar pantai yang berbatu. Umumnya kita menyebutnya sebagai selada air.
Spiroggyra: merupakan jenis alga hijau yang memiliki bentuk seperti benang silindris. Populasinya banyak dijumpai pada perairan yang memiliki arus yang tidak deras. Spiroggyra juga bisa berkembang biak di dalam kolam dan area persawahan. Bereproduksi secara vegetatif dengan cara fragmentasi. Ia juga mempunyai kemampuan bereproduksi secara generatif dengan cara konyugasi.
Disamping tiga jenis alga hijau tersebut di atas, ada beberapa jenis alga hijau yang berbentuk bulat, disebut Chlamidomonas. Hydrodictyon, Oedogonium, Chara, serat satu jenis alga hijau yang juga dapat dikelompok dalam jenis hewan karena mempunyai kemampuan untuk berpindah tempat namun masih mempunyai klorofil, jenis ini disebut Euglena.
Alga Cokelat
Golongan alga ini mempunyai bentuk tubuh yang tinggi. Hingga sekarang telah ditemukan 1.500 jenis alga cokelat yang tersebar pada beberapa habitat baik di darat maupun di laut. Alga cokelat juga sering disebuat klep dan merupakan jenis protista laut dengan ukuran terbesar dan spesifikasi paling rumit. Disebut alga hijau karena alga ini memiliki pigmen yang didominasi oleh fikosantrin. Struktur tubuh yang ia miliki menyerupai cabang-cabang yang memungkinkan ia untuk mengantongi udara, sehingga tubuhnya akan tetap mengapung di atas permukan air.
Reproduksinya dapat dilakukan baik secara vegetatif maupun generatif. Pada reproduksi vegetatif, alga cokelat akan melakukan fragmentasi, sedangkan pada reproduksi generatif, proses akan sedikit lebih rumit yakni dengan membentuk alat kelamin yang dinamakan konseptakel baik jantan maupun betina.
Alga Merah
Golonagn alga ini merupakan jenis alga yang memiliki habitat di laut. Jenis alga inilah yang sering disebut sebagai rumput laut, karena bentuknya yang menyerupai rumput. Tubuhnya berbentuk lembaran dan teridri dari banyak sel. Warna merah pada jenis alga ini disebabkan oleh adanya pigmen fikoeritrin. Jenis alga merah diketahui teridiri atas: Euchemma spinosum, Gelidium, Rhodymenia serta Scinata. Jenis Euchemma spinosum banyak dijumpai didaerah dengan bersuhu dingin, serta menjadi bahan utama yang digunakan sebagai pembuat agar-agar.
Manfaat Alga
Banyak sekali manfaat yang dapat peroleh dari alga, tidak hanya untuk dikonsumsinsaja tapi bisa digunakan di bidang kesehatan. Secara umum alga mempunyai manfaat sebagai berikut:
Sumber Utama Energi Makanan
Alga dipercaya merupakan salah satu pengahsil utama bahan organik di dalam ekosistem perairan. Keberadaannya merupakan bagian yang paling utama dari sistem rantai makanan.
Aktifitas fotosintesi yang mampu dilakukannya di dalam air, dapat dijadikan sumber oksigen yang sangat bemanfaat bagi lingkungan sekitar tempat ia tumbuh.
Sebagai tumbuhan yang memilki klorofil, alga mampu meyerap energi matahari, dan kemudian tubuhnya dijadikan sumber makan oleh para mahkluk di perairan. Alga merupakan jenis makanan yang dapat memastikan keberlangsungan kehidupan hewa-hewan yang ada di laut.
Bahan Makan Manusia
Banyak sekali jenis alga di dunia ini yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makan untuk manusia. Contohnya di jepang. Ada jenis makanan di Jepang yang disebut Kombu, terbuat dari laminaria (salah satu dari jenis laga cokelat) yang mengandung mineral dan protein yang tinggi serta memberikan manfaat vitamin A dan C. Sejak dahulu kala, manusia memang telah menemukan beragam jenis alga yang dapat dikomsumsi, dan menjadi bahan makanan alternatif pengganti beras maupun jagung.
Makanan Ternak
Di negara-negara maritim, alga juga dimanfaatkan untuk keperluan pakan ternak. Makanan-makanan ternak yang berasal dari bahan utamanya yaitu alga, dapat dikomsumsi secara langsung maupun diolah menjadi bentuk makanan ternak yang lebih efisien.
Bahan Pembuatan Pupuk
Hal ini dimungkinkan karena alga memilki kandungan fosfor, kalium, dan beberapa unsur runut. Pembuatannya sendiri dengan mencampur makroalgae dengan bahan-bahan oraganik lainnya.
Bahan Obat Dan Anti Biotik
Pada beberapa jenis alga, juga ditemukan manfaat yang sangat berarti bagi proses pembuatan obat-obatan maupun sebagai antibiotik. Alga dengan manfaat antibiotik ini diteliti efektif dalam pencegahan bakterti Escherichia colli. Sedangkan pada jenis alga lainnya ditemukan S fucoidin dan sodium laminarin sulfat yang digunakan sebagai antikoagulan darah. Bahkan pada beberapa jenis alga berfungsi sebagai pengobatan penyakit ginjal, kandung kemih dan paru-paru.
Disamping yang tersebut di atas, alga juga dimanfaatkan sebagai bahan kajian penelitian biologi, membantu penanggulangan limbah serta reklamasi tanah atau diartikan sebagai usaha memperluas tanah (pertanian) dengan memanfaatkan daerah yang semula tidak berguna (misal dengan cara menguruk daerah rawa-rawa). Demikian penjelasan mengenai jenis dan manfaat alga. Semoga berkenan dan memperoleh manfaatnya buat kita bersama.
Referensi : berbagai sumber dan Ismi Islamia Fathurrahmi
Copepoda adalah kelompok zooplankton yang memegang peranan penting dalam rantai makanan pada suatu ekosistem perairan. Dalam industri pembenihan ikan laut dewasa ini, copepoda mulai banyak dimanfaatkan sebagai pakan alami untuk larva ikan. Copepoda cocok sebagai pakan larva ikan dan udang karena selain mempunyai nilai nutrisi yang tinggi juga karena ukuran tubuh yang bervariasi sehingga sesuai tingkat perkembangan larva. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa copepoda dapat meningkatkan pertumbuhan larva ikan laut dan ikan air tawar yang lebih cepat.
Copepoda kaya akan protein, lemak, asam amino esensial yang dapat mempercepat pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh serta mencerahkan warna pada ikan. Keunggulan copepoda juga telah diakui oleh beberapa peneliti lain, karena kandungan DHA-nya yang tinggi, dapat menyokong perkembangan mata dan meningkatkan derajat kelulusan hidupan larva. Copepoda juga mempunyai kandungan lemak polar yang lebih tinggi dibandingkan dengan Artemia sehingga dapat menghasilkan pigmentasi yang lebih baik bagi larva ikan
Copepoda merupakan krustacea yang sangat banyak dijumpai diantara fitoplankton dan pada tingkat tropik yang tinggi pada ekosisitem. Copepoda dewasa berukuran antara 1 dan 5 mm. Tubuh copepoda berbentuk silindrikonikal, dimana anterior lebih lebar. Bagian depan meliputi 2 bagian yakni cephalotoraks (kepala dengan toraks dan segmen toraks ke enam) dan abdomen yang lebih kecil dibandingkan cephalotoraks. Pada bagian kepala memiliki mata di bagian tengah dan antenna yang pada umumnya sangat panjang. Copepoda yang bersifat planktonik pada umumnya suspension feeders.
Siklus Hidup Copepoda jantan pada umumnya lebih kecil dibandingkan copepoda betina. Selama melakukan reproduksi atau kopulasi, organ jantan berhubungan dengan betina dengan adanya peranan antenna, dan meletakkan spermatopora. Telur-telur umumnya lebih dekat ke bagian kantung telur. Telur-telur ditetaskan sebagai nauplii dan setelah melewati 5-6 fase nauplii (molting), larva akan menjadi copepodit. Setelah copepodit kelima, akan molting lagi menjadi lebih dewasa. Perkembangan ini membutuhkan waktu tidak kurang dari satu minggu hingga satu tahun, dan kehidupan copepoda berlangsung selama enam bulan sampai satu tahun. Dalam satu siklus hidup copepoda memerlukan waktu selama kurang lebih 6-7 hari, Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk kelangsungan hidup, copepoda akan memproduksi cangkang atau telur dormant (istirahat) seperti halnya kista. Hal ini juga menyebabkan tingkat survival berlangsung dengan baik walapun kondisi lingkungan tidak mendukung contohnya pada suhu dingin
Keberhasilan utama memproduksi benih ikan tergantung pada ketersediaan makanan hidup bergizi tinggi dan lengkap (zooplankton) selama tahap pengembangan larva. Rotifer dan Artemia adalah zooplankton yang umum digunakan di sebagian besar hatcheri ikan maupun udang. Kista Artemia mahal karena masih diimpor, oleh karena itu potensi zooplankton dari perairan Indonesia harus dikembangkan untuk menggantikan atau mengganti Artemia. Copepod Oithona sp dapat ditemukan dengan mudah di perairan laut Indonesia. Oithona sp dapat dikembangkan ke tahap dewasa dalam waktu 7 hari. Satu wanita Oithona bisa menghasilkan 8 sampai 22 nauplii. Copepoda laut jenis Tigriopus atau Oithona dapat hidup pada kisaran salinitas yang cukup luas yakni mulai dari 10 sampai 40 ppt, namun pada salinitas 10 ppt tidak didapatkan copepoda yang bertelur. Hasil penelitian lain menyatakan bahwa copepoda dapat dikultur di air laut dengan salinitas 25-30ppt.