Alamat dan Kontak


Jl. Ketawang-Temon, Jogoboyo, Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54173
Telp : +62 857-2810-0069 (WA) || Email: ugo.takeshimura@gmail.com

Showing posts with label rotifera. Show all posts
Showing posts with label rotifera. Show all posts

Sunday, July 2, 2023

Chlorella Vulgaris


 Chlorella vulgaris adalah salah satu spesies mikroalga hijau dari genus Chlorella. Ini adalah salah satu spesies Chlorella yang paling umum dan banyak dipelajari. Chlorella vulgaris memiliki beberapa karakteristik khas yang membedakannya dari spesies Chlorella lainnya. Berikut adalah beberapa informasi tentang Chlorella vulgaris:

1. Bentuk dan struktur: Chlorella vulgaris memiliki sel tunggal yang berbentuk bulat dengan diameter sekitar 2-10 mikrometer. Setiap sel memiliki dinding selulosa yang kuat.

2. Kandungan nutrisi: Chlorella vulgaris kaya akan nutrisi. Ini mengandung sejumlah besar protein, serat, vitamin, mineral, asam lemak omega-3, dan antioksidan. Kandungan protein dalam Chlorella vulgaris bisa mencapai 45-50% berat keringnya.

3. Klorofil: Chlorella vulgaris mengandung klorofil, pigmen hijau yang diperlukan untuk proses fotosintesis. Kandungan klorofil dalam Chlorella vulgaris memberikan warna hijau yang khas.

4. Potensi detoksifikasi: Seperti spesies Chlorella lainnya, Chlorella vulgaris diketahui memiliki kemampuan untuk mengikat logam berat dan bahan kimia berbahaya dalam tubuh manusia. Hal ini menjadikannya populer dalam program detoksifikasi.

5. Pertumbuhan cepat: Chlorella vulgaris memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi, dengan kemampuan untuk membelah diri secara cepat. Ini membuatnya menjadi spesies yang ideal untuk budidaya dalam skala industri.

6. Penggunaan dalam makanan dan suplemen: Chlorella vulgaris sering digunakan sebagai suplemen makanan karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Ini dapat diambil dalam bentuk tablet, kapsul, bubuk, atau ekstrak cair.

Studi tentang Chlorella vulgaris juga telah mengungkapkan berbagai potensi manfaat kesehatan, termasuk dukungan sistem kekebalan tubuh, kesehatan jantung, detoksifikasi, dan antioksidan. Namun, lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini dan memahami dosis yang tepat serta efek samping yang mungkin terkait dengan penggunaan Chlorella vulgaris. Jika Anda berencana untuk menggunakan Chlorella vulgaris sebagai suplemen, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan terlebih dahulu.

Read More

Monday, June 19, 2023

Peranan Phytoplankton


Phytoplankton adalah organisme mikroskopis fotosintetik yang hidup di perairan, terutama di lautan dan danau. Mereka merupakan kelompok utama dari plankton, yang merupakan organisme yang melayang-layang secara pasif di dalam air. Phytoplankton adalah produsen utama dalam rantai makanan laut karena mereka mampu mengubah energi matahari menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis.

Phytoplankton terdiri dari berbagai jenis mikroorganisme, termasuk alga uniseluler seperti diatom, dinoflagellata, dan cyanobacteria. Mereka memiliki kemampuan untuk mengambil nutrien seperti nitrogen, fosfor, dan karbon dioksida dari air, dan menggunakan energi matahari untuk menghasilkan makanan dan oksigen.

Peranan phytoplankton dalam ekosistem laut sangat penting. Mereka menjadi sumber makanan bagi hewan-hewan planktonik seperti zooplankton, yang kemudian menjadi makanan bagi organisme yang lebih besar seperti ikan, burung laut, dan mamalia laut. Selain itu, phytoplankton juga berperan dalam siklus karbon global dengan menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan mengubahnya menjadi bahan organik. Proses ini membantu mengurangi konsentrasi karbon dioksida di atmosfer dan berperan dalam mengatur iklim Bumi.

Selain manfaatnya dalam rantai makanan dan siklus karbon, pertumbuhan phytoplankton juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti suhu air, keberadaan nutrien, kepadatan cahaya, dan komposisi kimia air laut. Perubahan dalam faktor-faktor ini dapat mempengaruhi komposisi dan kelimpahan phytoplankton, dan oleh karena itu memiliki dampak pada keseluruhan ekosistem laut.










 

Read More

Thursday, July 20, 2017

Rotifera VS Copepoda Untuk Benur Udang





Rotifera dan Copepoda sangat cocok diberikan ke benur udang karena ukuran rotifera dan copepoda sangat pas dengan ukuran untuk benur udang.  banyak para petani udang ketika benur udang masuk didalam tambak langsung di berikan pakan pelet  ketikan pakan tidak kemakan akan menjadi sampah semakin lama akan menjadi racun jika tidak di olah sampah pakan dengan baik. Banyak hatchery udang ketikan sikklus hidup udang menjadi nauplius dan menjadi zoea sudah di berikan fitoplankton dan zooplankton untuk sumber pakan dan energynya. Menurut saya seharusnya mengikuti cara-cara hatchery ketika benur udang masuk tambak anda sampai umur udang pas diberikan pakan pelet.

Rotifera dan Copepoda adalah Zooplankton merupakan pakan alami mereka tergolong pakan yang memiliki nilai gizi yang tinggi, memiliki bentuk dan ukuran yang sesuai dengan mulut ikan,udang dan invertebrata, isi sel-nya padat, dinding sel-nya tipis, serta tidak beracun.

Menurut Lim, et al. (1989) dalam Lestari (2009), perkembangan larva Udang vaname terdiri dari beberapa stadia yaitu:


Stadia naulpius 
Nauplius bersifat planktonidan fototaksis positif.Udang yang masih dalam stadia ini belum memerlukan makanan dikarenakan masih memiliki kuning telur.Perkembangan stadia nauplius terdiri dari enam stadium.Nauplius memiliki tiga pasang organ tubuh yaitu antena pertama, antenna kedua dan mandibula.
Stadia zoea
Perubahan bentuk dari nauplius menjadi zoea memerlukan waktu kira-kira 40 jam setelah penetasan. Pada stadia ini larva cepat bertambah besar.Tambahan makanan yang diberikan sangat berperan dan mereka aktif memakan fitoplankton.Stadia akhir zoea juga memakan zooplankton.Zoea sangat sensitif terhadap cahaya yang sangat kuat danada juga yang lemah diantara tingkat stadia zoea tersebut.
Stadia mysis
Larva mencapai stadia mysis pada hari ke lima setelah penetasan. Larva pada stadia ini kelihatan lebih dewasa dari dua stadia sebelumnya.Stadia mysis memakan fitoplankton dan zooplankton, akan tetapi lebih menyukai zooplankton menjelang stadia mysis akhir.
Stadia post larva
Perubahan bentuk dari mysis menadi post larva terjadi pada hari kesembilan. Stadia post larva mirip dengan udang dewasa, dimana lebih kuat dan lebih bertahan dalam pemangsaan. Post larva bersifat planktonik, dimana mulai mencari jasad hidup sebagai makanan.

Fitoplankton dan Zooplankton sangat berperan penting dalam dunia Pembenihan ikan,udang dll, Dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup larva dalam akuakultur.

Read More

Kuda laut Makan Copepoda






Banyak hewan laut maupun air tawar suka dengan copepoda . copeoda cocok di berikan semua jenis ikan,udang,coral,kuda lautinvertebrate. Copepoda sejenis udang-udangan yang mudah dibudidayakan secara massal sehingga produksinya dapat tersedia dalam jumlah mencukupi hampir setiap saat.

Read More

Copepoda peran penting untuk pakan dan tank anda





Entah Anda telah menjadi penggemar selama bertahun-tahun atau baru memulai Budidaya pakan alami, copepoda adalah darah kehidupan sistem air kita. Dari air tawar, payau dan air asin, copepoda adalah biomassa TERBESAR di planet ini.  Jadi masuk akal jika memilikinya dan dibudidayakan untuk kebutuhan larva ikan anda.  Kebanyakan orang hanya menganggap copepoda sebagai cara untuk memberi makan ikan hias penghobi saja. Namun pertimbangkan banyak aspek penting copepoda dan bagaimana manfaatnya bagi tank Anda.

Pertama, copepoda adalah penyerap karbon. Untuk mendapatkan judul seperti itu, organisme harus mengkonsumsi lebih banyak karbon dari pada yang dipakainya.  Pada skala global, copepoda mengurangi emisi karbon hingga 1-2 miliar ton per tahun. Di akuarium Anda, ini berarti copepoda & amphipod adalah cara terbaik untuk mengurangi limbah secara alami dengan memberi copepoda pada ikan Anda dari pada menggunakan makanan olahan (pelet), yang jika tidak dimakan akan menambah sampah di dalam tangki Anda. Copepoda, jika tidak dimakan,akan terus mengurangi tingkat limbah secara keseluruhan dari pada menambah sampah dalam tank anda. copepoda merupakan bagian penting dari nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan dan karang Anda. Copepoda menyediakan protein 50-55% Protein. copepoda adalah pilihan tepat untuk menambahkan tambahan Gizi yang sehat ke tangki Anda untuk makanan ikan hidup.

Kami Sedia Pakan Alami Plankton (Phytoplankton Dan Zooplankton. 
Untuk pakan Larva Ikan,Coral,Benur Udang,Kerang Dan Untuk Penelitian Dll.
Contact person:
WA:085728100069

FB :UGOPLANKTONSHOP:

https://www.facebook.com/ugoplanktonShop/



Read More

Copepoda Pakan terbaik Sepanjang masa



Copepoda adalah kelompok zooplankton yang memegang peranan penting dalam rantai makanan pada suatu ekosistem perairan. Dalam industri pembenihan ikan laut dewasa ini, copepoda mulai banyak dimanfaatkan sebagai pakan alami untuk larva ikan. Copepoda cocok sebagai pakan larva ikan dan udang karena selain mempunyai nilai nutrisi yang tinggi juga karena ukuran tubuh yang bervariasi sehingga sesuai tingkat perkembangan larva. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa copepoda dapat meningkatkan pertumbuhan larva ikan laut dan ikan air tawar yang lebih cepat.

Copepoda kaya akan protein, lemak, asam amino esensial yang dapat mempercepat pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh serta mencerahkan warna pada ikan.  Keunggulan copepoda juga telah diakui oleh beberapa peneliti lain, karena kandungan DHA-nya yang tinggi, dapat menyokong perkembangan mata dan meningkatkan derajat kelulusan hidupan larva. Copepoda juga mempunyai kandungan lemak polar yang lebih tinggi dibandingkan dengan Artemia sehingga dapat menghasilkan pigmentasi yang lebih baik bagi larva ikan

Copepoda merupakan krustacea yang sangat banyak dijumpai diantara fitoplankton dan pada tingkat tropik yang tinggi pada ekosisitem. Copepoda dewasa berukuran antara 1 dan 5 mm. Tubuh copepoda berbentuk silindrikonikal, dimana anterior lebih lebar. Bagian depan meliputi 2 bagian yakni cephalotoraks (kepala dengan toraks dan segmen toraks ke enam) dan abdomen yang lebih kecil dibandingkan cephalotoraks. Pada bagian kepala memiliki mata di bagian tengah dan antenna yang pada umumnya sangat panjang. Copepoda yang bersifat planktonik pada umumnya suspension feeders.


Siklus Hidup Copepoda jantan pada umumnya lebih kecil dibandingkan copepoda betina. Selama melakukan reproduksi atau kopulasi, organ jantan berhubungan dengan betina dengan adanya peranan antenna, dan meletakkan spermatopora. Telur-telur umumnya lebih dekat ke bagian kantung telur. Telur-telur ditetaskan sebagai nauplii dan setelah melewati 5-6 fase nauplii (molting), larva akan menjadi copepodit. Setelah copepodit kelima, akan molting lagi menjadi lebih dewasa. Perkembangan ini membutuhkan waktu tidak kurang dari satu minggu hingga satu tahun, dan kehidupan copepoda berlangsung selama enam bulan sampai satu tahun. Dalam satu siklus hidup copepoda memerlukan waktu selama kurang lebih 6-7 hari, Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk kelangsungan hidup, copepoda akan memproduksi cangkang atau telur dormant (istirahat) seperti halnya kista.  Hal ini juga menyebabkan tingkat survival berlangsung dengan baik walapun kondisi lingkungan tidak mendukung contohnya pada suhu dingin 

Keberhasilan utama memproduksi benih ikan tergantung pada ketersediaan makanan hidup bergizi tinggi dan lengkap (zooplankton) selama tahap pengembangan larva. Rotifer dan Artemia adalah zooplankton yang umum digunakan di sebagian besar hatcheri ikan maupun udang. Kista Artemia mahal karena masih diimpor, oleh karena itu potensi zooplankton dari perairan Indonesia harus dikembangkan untuk menggantikan atau mengganti Artemia. Copepod Oithona sp dapat ditemukan dengan mudah di perairan laut Indonesia. Oithona sp dapat dikembangkan ke tahap dewasa dalam waktu 7 hari. Satu wanita Oithona bisa menghasilkan 8 sampai 22 nauplii. Copepoda laut jenis Tigriopus atau Oithona dapat hidup pada kisaran salinitas yang cukup luas yakni mulai dari 10 sampai 40 ppt, namun pada salinitas 10 ppt tidak didapatkan copepoda yang bertelur. Hasil penelitian lain menyatakan bahwa copepoda dapat dikultur di air laut dengan salinitas 25-30ppt.


Read More

Monday, July 17, 2017

Rotifera Pakan Terbaik Sepanjang Masa



Rotifera makanan terbaik sepanjang masa dan bergizi untuk di berikan semua jenis larva ikan,coral,udang,kepiting semua invertebrate.Fitoplankton juga memiliki peran yang sangat penting di perairan baik perairan darat, laut maupun estuaria. Hal ini karena fitoplankton bertindak sebagai produsen utama di komunitas perairan tersebut. Fitoplankton dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Fitoplankton adalah alga uniseluler kecil, yang mampu menyerap nutrisi organik dan anorganik. Beberapa coral dapat memakan langsung Fitoplankton seperti soft corals, sponges, kerang.  Zooplankton (rotifera,copepoda), juga memanfaatkan fitoplankton sebagai sumber makanan dan energinya.


























Read More

Friday, July 14, 2017

Budidaya Artemia



Artemia atau "Udang Brine" adalah sejenis udang-udangan primitif yang termasuk dalam philum Anthropoda, kelas Crustacea, subkelas Branchiopoda, ordo Anastroca, famili Artemiidae. Hewan ini hidup planktonik pada artikel berkadar garam tinggi (antara 15-300 permil). Suhu yang dikehendakipun tinggi (antara 25-30o C) degan oksigen terlarut sekitar 3 mg / Ldan pH antara 7,3 - 8,4.

Artemia dewasa mampu mencapai panjang 1-2 cm dengan berat sekitar 10 mg. Anaknya yang baru menetas (nauplius instar 1) panjangnya mencapai 0,4 mm dengan berat sekitar 15 mikrogram. Secara alami makanannya menjadi detritus, ragi laut, bakteri, ganggang renik dan biota lainnya yang ukurannya 50 mikron kebawah.

Perkembangbiakan dengan biseksual dan partenogenesis. Perkembangan pada jenis biseksual harus melalui perkawainan antara betina jantan. Pada kedua jenis perkembangbiakan itu bisa terjadi ovovivipar maupun ovipar.  Ovoviviparitas biasaya terjadi pada keadaan lingkungan yang cukup baik dengan kadar garam kurang lebih 150 permili dengan kandungan oksigen yang cukup baik. Apa oviparitas bencana, Telur yang bercangkang tebal itu memang disiapkan untuk keadaan lingkungan yang buruk, bahkan juga kekeringan. Sementara itu embrio yangberada dalam cangkang istirahat (diapauze), jika kaeadaan sudah jadi baik kembali maka telur akan menetas menjadi burayak, yang selanjutnya akan hidup normal seperti biasa.

Artemia dewasa dapat hidup sampai 6 bulan, Sementara induk- induk betinanya akan beranak atau bertelur setiap 4-5 hari sekali.Setiap kali bisa menghasilkan 50-300 ekor anak atau telur.
Anak-anak Artemia akan menjadi dewasa setelah berumur 14 hari.Setelah Artemia tersimpan jumlah telur, sementara itu keadaan lingkungan tetap saja memburuk maka Artemia rela untuk mati. Tapi jenis Artemia tidak akan punah karean sudah membaik kembali, telur-telur itu akan beramai-ramai untuk menjadi induvidu baru.
Untuk mendapatkan bibit artemia, kita bisa membeli bibit kista (telur artemia) yang diawetkan di kaleng. Dewasa ini yang sering berkembang di indonesia adalah telur Artemia merk Greatwall dari Cina yang merupakan jenis partenogenesis dan merk Bio Marine dari Great Salt Lake yang merupakan jenis biseksual dari Amerika.

Kalau kita sudah mendapatkan telurnya, tahap untuk mendapatkan bibit itu kita harus menetaskan telur tersebut dahulu secara khusus. Anaknya yang baru menetas (nauplius) akan dijadikan sebagai bibit untuk penebaran. Untuk menetaskan Artemia kita butuh wadah bening dan dengan alas (bentuk) krucut, sementara ukurannya bisa bermacam-macam mulai dari kapsits 3 L sampai 75 liter. Dengan media air laut biasa (kadar garam kurang lebih 30 permil), jumlah kepadatan telur yang kita tetaskan antara 5-7 g / L. Dengan suhu 25-30o CARA kadar oksigennya harus lebih dari 2 mg / L. Oleh karena itu medianya harus kita udarai, baik dengan blower, kompresor atau aerator yang disambungkan dengan selang plastik dan tidak usah menggunakan batu aerasi dengan pengudaraan secukupnya saja. Selain untuk aerator, Aliran udara tesebut juga berfungsi untuk mengaduk telur artemia yang berada dibawah agar menyebar merata.

Untuk menimbang proses penetasan kita gunakan lampu TL untuk pencahayaan yang di tempatkan disamping wadah dengan mantel sekitar 1.000 luks. Dalam waktu 24-36 jam setalah pemasukan telur, biasanya telur-telur itu sudah menetas menjadi anak artemia (nauplius). Selagi burayak masih belum perlu makan (kurang dari 24 jam tentu menetas), harus kita tangkap. Sebelum penangkapan, pengudaraan harus dimatikan dulu. Kemudian bagian atas wadah penetasan kita tutup dengn kain atau plastik hitam, sedangkan bagian bawahnya kita sinari. Setelah itu kita tunggu 5-10 menit.
Dengan cara demkian, maka cangkang telurnya yang sudah kosong akan mengapung ke permukaan, sedangkan anak Artemia akan mengumpul ke bawah, Karena tertarik dengan pencahayaan. Selanjutnya anak artemia kita sedot dan kita tampung agar dan kita cuci (rendam) agar kotoran hilang. Anak Artemia yang sudah bersih yang akan dijadikan bibit pada Budidaya massal.

Sumber: pakan ikan

Read More

Thursday, July 13, 2017

Rotifera Pakan Larva Ikan & Udang




Ciri-ciri rotifera mempunyai kisaran ukuran tubuh antara 50-250 mikron, dengan struktur yang sangat sederhana, ciri khas yang merupakan dasar pemberian nama rotifera adalah terdapatnya suatu bangunan yang disebut korona.
Korona ini berbentuk bulat dan berbulu getar, yang memberikan gambaran seperti roda, sehingga dinamakan rotifera

Brachionus termasuk salah satu genus yang sangat populer diantara sekian banyak jenis Rotifera.
Genus ini terdiri dari 34 spesies bahwa selain Brachionus plicatilis dikenal juga beberapa spesies dari genus Brachionus, antara lain:
Brachionus pala, Brachionus punctatus, Brachionus abgularis, dan Brachionus moliis.

Rotifera Brachionus plicatilis memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Phylum         : Avertebrata
Klas              : Aschelmintes
Sub klas        : Rotaria
Ordo             : Eurotaria
Family          : Brachionidae
Sub family    : Brachioninae
Genus            : Brachionus
Species          : Brachionus plicatilis

Parameter Rotifera Brachionus
Brachionus: suhu optimal untuk pertumbuhan dan reproduksi adalah 22-30 derajat C;
salinitas optimal 10-35 ppt, yang betina dapat tahan sampai 98 ppt;
kisaran pH antara 5-10 dengan pH optimal 7,5-8.

Jenis-jenis makanan Rotifera Brachionus
Jenis-jenis makanan alami yang dimakan ikan sangat beragam, tergantung pada jenis ikan dan tingkat umurnya. Beberapa jenis pakan alami yang dibudidayakan adalah:

  • Alga Chlorella
  • Alga nannochloropsis
  • Alga Tetraselmis
  • Alga Dunaliella 
  • Alga Diatomae

Mikroalga atau yang di kenal alga Fitoplankton secara luas dikenal sebagai pakan terbaik untuk pertumbuhan dan memperkaya rotifera.
Mikroalga adalah pakan alami yang rotifera makan di alam bebas,dan memberikan komposisi kimia lengkap yang dibutuhkan ikan larva untuk pertumbuhan yang tepat.
Mikroalga juga merupakan pakan sangat mudah di budidaya dan bisa digunakan sember pakan rotifera brachionus.




Read More

Ikuti Kami Di facebook

UgOplanktonshop

Popular Posts

Kirim e-mail ke Ugoplanktonshop

Name

Email *

Message *

Starbio F9

StarBio F9 Merupakan starter mikroorganisme pilihan dengan kadungan bakteri (Bacillus sp, Lactobacillus sp, Nitrobacter sp,Spirullina dll) yang baik bagi kehidupan segala jenis ikan dan udang. Penggunaan probiotik StarBio F9 pada ikan dan udang dapat memberikan banyak manfaat, antara lain dapat memperbaiki mikroflora (sekumpulan mikroorganisme) dalam pencernaan ikan dan udang sehingga dapat meningkatkan penyerapan dalam pakan dan menambah nafsu makan ikan dan udang. Selain itu,probiotik ini dapat memperkaya mikroflora yang bermanfaat pada air kolam atau tambak untuk mengurangi bakteri yang merugikan atau bakteri pathogen, memperbaiki lingkungan tumbuhnya ikan dan udang, memacu pertumbuhan dan mengurangi tingkat kematian sehingga dapat meningkatkan hasil maksimal ikan dan udang, serta dapat memperbanyak jumlah pakan alami plankton dalam kolam atau tambak.

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Ketawang-Temon, Jogoboyo, Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54173 Telepon: 0857-2810-0069 Provinsi: Jawa Tengah

Copyright © UGO PLANKTON SHOP - Design by Lutfi @lutfibegundal